Kejari Pasangkayu Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Eskavator di DKP

oleh

Pasangkayu- Kejari Pasangkayu gelar conferensi pers terkait dugaan kasus korupsi penggunaan sewa alat berat Eskapator di lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (3/7/2020).

Menurutnya, pada saat ini sudah ada titik terang, bahwa setelah setahun lebih dilakukan pemeriksaan kepada 121 orang saksi, akhirnya Kejaksaan Negeri Pasangkayu menetapkan 3 orang tersangka.

“Saat ini kami telah menetapkan 3 Orang tersangka kasus sewa alat berat Eskapator yang digunakan lima unit bantuan Eskapator dari menteri kelautan dan perikanan RI untuk di hibakan kepada Pemerintah daerah Kabupaten Pasangkayu, bantuan sewa alat berat Eskapator diduga dikorupsi dan merungikan negara,”ungkapnya.

Kejari Pasangkayu, Imam MS Sidabutar, menambahkan bahwa terkait sewa alat Eskapator sudah ada 3 orang ditetapkan tersangka 2 di antaranya dari DKP dengan inisial AB dan UMR dan satu orang dari swasta keluarga dari AB dengan inisial SDM,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasangkayu.

Imam MS Sidabutar juga menjelaskan, dalam kasus ini diduga kuat tidak disetor keseluruhan sewa alat berat ke kas Daerah (Negara) pada Tahun 2017 dan Tahun 2018 dan menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp 6.000.000.000,- (Enam Milyar Rupiah),”terangnya kejari.

Menurut Imam MS Sidabutar, menyebutkan bahwa untuk ke 3 tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 undang-undang (UU) Tipikor dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan 1 milyar rupiah serta pasal 3 UU Tipikor yang menyebutkan setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit 50 juta rupiah dan maksimal 1 miliar.

“Soal penahanan terhadap 3 orang tersangka, saat ini kami belum melakukan penahanan, namun ke 3 tersangka tersebut telah masuk dalam pengawasan ketat oleh pihak kami,” tegasnya. (Jamal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *