Anggota DPR RI Bersama BKKBN Sulsel Menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja Tahun 2020

oleh -15 views

Barru – KembarOgi. Com – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Nasdem drg. Hj. Hasnah Syam bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  Provinsi Sulawesi Selatan Dra. Hj. A. Rita Maryani, M.Pd menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja Tahun 2020 sebagai bentuk penyuluhan kepada keluarga berencana. Acara ini digelar di Baruga Singkerru Adae Rumah Jabatan Bupati Barru, Sabtu (5/9).

Hasnah Syam menjelaskan, kegiatan tersebut dimaksudkan agar para generasi muda di Kabupaten Barru dapat mengubah keinginannya untuk dapat menikah muda. Tujuannya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sebab perlu ada kematangan reproduksi.

“Karena yang kami inginkan mereka dapat menyiapkan kesiapan fisik, mental dan materi, sehingga tidak terjadi hal yang tak diinginkan” pungkasnya.

Dengan pendidikan otomatis akan menujang pada penghasilan tinggi tentunya bisa menyejahterakan, selain itu segala sesuatu harus direncanakan matang sehingga bisa melahirkan anak –anak yang sehat, dua anak lebih sehat itu bisa dikatakan dashyat,” terangnya.

Misalnya faktor ekonomi dan pendidikan. Di samping itu ada pula dorongan dari orang tua agar anaknya dapat segera menikah. Padahal semua itu harus punya perencanaan yang baik dan matang. “Sekarang perlu ada perencanaan yang matang agar berjalan baik,” ujarnya.

Kepala BKKBN Prov. Sulsel menuturkan, pernikahan dini saat ini di Sulawesi selatan memang masih banyak. Meski begitu, dirinya mengakui adanya beberapa daerah yang masih menerapkan pernikahan dini.

Di pedesaan, misalnya, rata-rata perkawinan lebih muda dua tahun dibanding di wilayah perkotaan. Menurutnya, usia ideal menikah bagi wanita adalah 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Rita Maryani menjelaskan, usia minimal perempuan menikah adalah usia 20 tahun. “Karena kalau melihat reproduksi matang bagi wanita adalah di usia 20-21 tahun, dan pernikahan dini masih erat dengan kultur masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Barru Jamaluddin berharap, generasi muda saat ini menjadi generasi berencana. Sebab dengan begitu maka akan melahirkan generasi yang lebih sehat. “Jadi semua aspek harus direncanakan, mulai pendidikan, kemudian bekerja, lalu bagaimana menjalani pernikahan,” ujarnya.