Ratusan Mahasiswa dan Pelajar Demo di DPRD Pasangkayu Tolak UU Cipta Kerja

oleh -65 views

Pasangkayu – Mahasiswa dan pelajar bekumpul di pantai anjungan Vopasangayu Tugu Udang Pasangkayu Beach, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (12/10/2020).

Ratusan Mahasiswa bersama pelajar unjuk rasa bersama Asosiasi Pemuda Sulawesi Barat (APSB) dan Ikatan Pemuda Pasangkayu (IPP) menolak UU Omnibus Low Cipta Kerja, yang dihadiri ratusan orang, Koordinator Aksi, Burhanuddin, Ketua Fraksi, Koordinator Aksi, Al-Fatah ,Sekertaris APSB, Koordinator Lapangan, Ashari, Ketua IPP, Korlap Aksi,

Peserta aksi bergerak menuju Kantor DPRD dengan Rute Anjungan menuju depan Rujab DPRD, menuju ke jalan Fatmawati, lanjut ke jalan Poros Jl. Ir. Sukarno. Pada Pukul 10.05 Wita peserta aksi tiba di alun-alun sambil melakukan orasi menuju gedung Kantor DPRD tak henti melakukan orasi.

Mereka menutut agar DPRD menolak UU Omnibus Low Cipta Kerja karna di anggap tidak memihak kepada rakyat terutama buruh dan menguntungkan para investor asing atau pengusaha.

“Meminta kepada pihak DPRD Kabupaten Pasangkayu untuk menolak UU Omnibus Low Cipta Kerja dan menyurat kepada DPR RI/Presiden karna tidak memihak pada buruh dan rakyat Indonesia,”kata salah satu pendemo.

Para pengunjuk rasa di temui oleh Hj Alwiaty SH, Ketua DPRD Kabupaten Pasangkayu didampingi beberapa anggota DPRD pasangkayu ,yaitu Herman Yunus, Yani Pepi, Jurana Hatta, Nasaruddin, Lukman Said menerima para mahasiswa yang bengunjuk Rasa dan Menandatangani surat menolak apa yang sudah dilaksanakan DPR RI UU Omnibus law cipta kerja.

Sala satu Anggota DPRD Pasangkayu Lukman Said dan juga sebagai ketua Umum Adkasi DPRD seluruh Indonesia penyampaiankan di depan para mahasiswa pengunjuk rasa.

“Kami akan bawa ke DPR RI pernyataan penolakan ini,”terang Lukman.

Bahwa dengan telah disahkanya Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR RI tanggal 5 Oktober 2020, di Kabupaten Pasangkayu telah terjadi Unjuk Rasa dan penolakan terhadap Undang-Undang tersebut
dari seluruh Buruh dan Mahasiswa se Kabupaten Pasangkayu.

Sehubungan dengan hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pasangkayu menyampaikan Aspirasi dari Buruh dan Mahasiswa yang menyatakan menolak dengan tegas Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan menjadi Undang-Undang, serta meminta diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU) tentang pencabutan Undang-Undang Omnibus Law tersebut. (Jamal)