Bahas Penanganan Covid 19, DPRD Parepare Hearing dengan RSUD Andi Makkasau

oleh -9 views

PAREPARE — Komisi II DPRD Parepare memanggil manajemen RSUD Andi Makkasau dan Dinkes Parepare. Mereka membahas penanganan Covid-19.

Komisi II -yang membidangi kesehatan- merekomendasikan beberapa hal. Mulai polemik penetapan status Covid-19 hingga biaya klaim penanganan pasien Corona.

“Banyak beredar di masyarakat bahwa ada isu rumah sakit meng-covid-kan. Tadi sudah kami bahas bersama. Itu tidak benar. Semua hasilnya melalui uji laboratorium. Soal biaya juga itu sudah diatur peraturan menteri,” terangnya, Jumat (8/1/2021).

Legislator Gerindra itu juga meminta agar RSUD Andi Makkasau menambah nakes. Itu sebagai langkah mengantisipasi kekurangan petugas kesehatan dalam menangani pasien Covid-19.

“Tentu nakes yang berpengalaman. Tadi sudah diungkapkan bisa direkrut dari puskesmas,” ungkapnya.

Kamaluddin Kadir juga mengusulkan agar Pemkot mengadakan wisata Covid-19 di Parepare. Jadi pengawasan kepada pasien isolasi mandiri bisa tersistematis.

Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare dr Renny Anggraeny menegaskan penanganan Covid-19 sesuai prosedur. Ia menampik jika pihaknya meng-covid-kan pasien.

“Tidak benar kalau ada yang bilang di-covid-kan. Sesuai indikasi. Kalau pasien datang tidak Covid tidak mungkin jadi Covid-19. Jadi tidak perlu takut datang berobat di rumah sakit,” tegasnya.

“Pasien Covid-19 harus melewati tahap screening. Itu yang membedakan dengan non-covid,” jelas dia.

Renny juga menepis isu rumah sakit meraup keuntungan. Justru, kata dia, selama pandemi Covid-19 pendapatan rumah sakit yang menyusut.

“Justru pembiayaan rumah sakit meningkat. Karena APD yang dulunya hanya untuk petugas tertentu sekarang semua petugas pakai. Itu menggunakan biaya yang tidak sedikit,” bebernya.

Sementara, Dinkes melalui perwakilannya Kasna menjelaskan data kasus aktif Covid-19 massif diumumkan. Setiap hari, pihaknya memperbarui data sesuai laporan dari satgas Covid-19.

“Setiap jam 11 malam kita update. Kita sampaikan ke media juga,” ujarnya.

Pada rapat itu, juga dibahas soal persiapan vaksinasi di Parepare. Dinkes menyebutkan, vaksinasi di Parepare rencananya akan berlangsung pada 14 Januari mendatang. (Arno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *